Ciri suami sholeh

Posted on


Ciri suami sholeh, pada artikel sebelumnya kita membahas mengenai istri sholehah dan pada kali ini akan dibahas pula mengenai ciri suami sholeh dan bertanggung jawab. Belum cukup rasanya bila suami tidak bertanggung jawab dalam keluarga bukan suami yang sholeh dan baik jika belum bertanggung jawab pada keluarganya. Dan belum lengkap pula bila istri sholehan tetapi suami tidak. 

Berikut ini saya akan membahas tentang suami yang sholeh dan bertanggung jawab terhadap keluarganya. seperti motto berikut ini: “kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita) , dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka… “(Q. S. An-Nisaa 34).

Sepadan dengan kondisinya sebagai laki-laki dan sesuai pula dengan fungsinya sebagai suami, adalah sangat logis manakala kita terapkan hak dan kewajiban suami dalam mengendalikan biduk rumah tangganya yang secara fitriyah, fisiologis dan psikologis suamilah yang berhak untuk memimpin, membimbing dan mengayomi keluarga lahir dan bathin, karena Allah membentuk suami dengan jasmani yang kuat dam kokoh untuk membela dan melindungi keluarganya. 

Kekokohan tubuh laki-laki adalah sebagai perlambang kekuatan dengan jiwa yang lapang rasional dan jauh dari emosional, manakala dibandingkan dengan perempuan. Berikut ini ciri suami sholeh dan bertanggung jawab:

  1. Memberi nafkah kepada seisi keluarga, sesuai dengan kemampuan usaha dan daya upaya yang ada padanya dengan sungguh-sungguh.
  2. Memperlakukan isteri dengan cara dan sikap yang baik, selaras dengan firman Allah:  “…Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak … “(Q. S. An-Nisaa 19).
  3. Sejauh mungkin turut membantu istrinya dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sehari-hari, terutama sekali dalam bidang pendidikan, bimbingan dan penyuluhan anak-anak.
  4. Memberi kebebasan berpikir dan kesempatan bertindak sesuai dengan garis-garis ajaran agama tidak mengekang, mempersulit atau pun menghambat, bahkan mengganggu pikirannya, apalagi menjadikan sang istri menderita lahir dan bathin, sehingga mengakibatkan ia berlaku ataupun bertindak salah.
  5. Menjalin toleransi, penuh pengertian, disiplin dan berwibawa, berlandaskan welas asih dan kasih sayang yang tulus sesuai dengan sabda Rasulullah SAW : “Orang mu’min yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaqnya, dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik kepada isterinya.“(H. R. Tirmidzi).
  6. Bersabar akan kekurangan dan kelemahan isteri dengan disertai usaha dan daya upaya untuk memperbaiki, menambah pengetahuan dan mempertinggi kemampuan dan kecerdasannya dalam bidang-bidang yang serasi.
  7. Berusaha untuk menciptakan ketentraman, kedamaian dan kerukunan dalam keluarga, dengan terjalinya kesejahteraan dan kebahagiaan hidup duniawi dan ukhrowi.
  8. Manakala timbul perselisihan antara suami dan isteri hendaklah suami dapat mengendalikan diri menahan emosi kemarahan agar dapat menguasai keadaan dan mencari penyelesaian yang bijaksana, tidak mudah memperturutkan amarah hati, agar pangkal perselisihan tersebut tidak semakin larut, sehingga dengan demikian akan mudah terselesaikan. seperti Firman Allah SWT. : “…Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufiq kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah maha Mengetahui lagi Maha mengenal.  “(Q. S. An-Nisaa:35)
  9. Menuntun isteri dan memberikan pelajaran-pelajaran tentang masalah-masalah keagamaan, terutama sekali yang bertautan dengan kewajiban-kewajiban pribadi (fardu ‘ain), seperti : masalah sholat, thoharoh (bersuci dari hadast kecil dan besar). Manakalah sang suami berhalangan menuntun masalah-masalah tersebut, hendaklah mencari  “guru “ ataupun  “ustadzah “ untuk mengajarkannya.
  10. Berlaku adil dalam memberikan nafkah, sehingga dapat menjalin keserasian nafkah untuk isterinya. Tidak terlampau berkurang, sehingga sang isteri hidup menderita dan tidak terlampau berlebihan sehingga ia hidup terlampau mewah dan manja. Segalanya cukup sederhana asal kana.
  11. Menaruh hormat pada keluarga sang isteri.

Demikian ciri suami yang sholeh dan bertanggung jawab. Semoga suami anda termasuk kedalam ciri suami sholeh dan bertanggung jawab terhadap keluarganya. Dan semoga tulisan ini bisa menjadi pelajaran untuk calon-calon suami. Dan semoga suamiku termasuk juga dalam ciri suami sholeh ini. Amien…

contributor: esih (istri tercinta)